Warga RT 03 Soropadan Gelar Merti Dusun, Wujud Syukur Panen Raya dan Pelestarian Tradisi

Admin 29 Juni 2026 09:50:27 WIB

Soropadan, 27 Juni 2026 – Suasana kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti lingkungan RT 03 Padukuhan Soropadan pada Sabtu (27/6/2026) malam. Seluruh warga berkumpul dalam kegiatan Merti Dusun, sebuah tradisi tahunan yang menjadi ungkapan syukur atas melimpahnya hasil panen sekaligus momentum mendoakan para leluhur melalui rangkaian ibadah dan kenduri bersama.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan tersebut diawali dengan pembacaan Surat Yasin, puji-pujian, zikir, tahlil, serta doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah prosesi doa selesai, seluruh warga menikmati hidangan kenduri secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Ketua RT 03 Soropadan, Tugiman, mengatakan bahwa kegiatan Merti Dusun merupakan tradisi yang terus dipertahankan oleh masyarakat sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang melimpah sekaligus sebagai sarana mengirimkan doa kepada para leluhur yang telah berjasa membangun lingkungan tersebut.

"Rasa syukur ini merupakan wujud terima kasih kami atas hasil panen raya yang melimpah. Selain itu, kami juga mengirimkan doa kepada para leluhur, terlebih saat ini berada di bulan Muharram yang kami yakini sebagai bulan yang penuh keberkahan," ujar Tugiman.

Menurutnya, tradisi Merti Dusun di RT 03 bukanlah kegiatan yang baru dilaksanakan. Tradisi tersebut telah diinisiasi secara swadaya oleh masyarakat sejak lebih dari lima tahun lalu dan hingga kini terus berkembang menjadi agenda yang dinantikan setiap tahunnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan kegiatan berasal dari partisipasi sukarela warga tanpa bantuan pihak lain. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

"Seluruh kegiatan ini murni hasil swadaya masyarakat. Harapan kami, Merti Dusun tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga menjadi budaya yang bernuansa religi dan terus lestari hingga generasi yang akan datang," tambahnya.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, warga menyajikan sebelas ingkung ayam lengkap dengan berbagai hidangan tradisional lainnya. Sajian tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus lambang kebersamaan masyarakat. Sebelum dinikmati bersama, seluruh hidangan terlebih dahulu didoakan dalam rangkaian tahlil dan doa bersama.

Tradisi kenduri yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat menjadi pemandangan yang sarat makna. Anak-anak, remaja, orang tua, laki-laki maupun perempuan duduk bersama tanpa sekat, mencerminkan eratnya tali silaturahmi antar warga. Momentum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi muda.

Selain dihadiri warga RT 03, kegiatan Merti Dusun juga dihadiri oleh Dukuh Soropadan, Ketua Pokgiat, Ketua Takmir Masjid Al-Huda, para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Ketua RT 01 hingga RT 05 Padukuhan Soropadan. Kehadiran para pemangku wilayah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan.

Salah satu tokoh yang hadir, Andik Fransisco, memberikan apresiasi atas kekompakan warga RT 03 dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, Merti Dusun merupakan tradisi yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memperkuat rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Saya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Merti Dusun ini. Tradisi seperti ini menjadi sarana yang baik untuk mensyukuri keberhasilan panen raya sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Semoga kegiatan ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memiliki nilai religius dan sosial," ungkap Andik Fransisco.

Melalui penyelenggaraan Merti Dusun, masyarakat RT 03 Soropadan membuktikan bahwa tradisi lokal tetap dapat hidup berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan. Di tengah perkembangan zaman, semangat gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat.

Warga berharap tradisi ini dapat terus diwariskan kepada generasi penerus sehingga tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi identitas budaya masyarakat Soropadan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkuat nilai spiritual, serta menjaga keharmonisan lingkungan. Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, Merti Dusun diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat lain dalam merawat budaya lokal yang sarat makna dan penuh nilai luhur.***

 

Kontributor: Widodo Usman

 

Komentar atas Warga RT 03 Soropadan Gelar Merti Dusun, Wujud Syukur Panen Raya dan Pelestarian Tradisi

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Live Chat

Mbangun Desa


Kampung Wisata Gurami

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License